Sapriahmad.blogspot.com Tari Lenggang Patah Sembilan: Tari Klasik Kesultanan Serdang di Sumatra Utara Tari Lenggang Patah Sembilan adalah salah satu tradisional atau tari klasik dari Kesultanan Serdang, Sumatera Utara. 1. Asal-usul Tari Lenggang Patah Sembilan adalah kesenian tari Melayu yang indah. Tari ini hingga kini masih terus dipentaskan dalam acara-acara adat di daerah Melayu, seperti di Kesultanan Serdang, Sumatera Utara. Tari Lenggang Patah Sembilan hingga sekarang terus dikembangkan di wilayah Serdang. Di kawasan ini, terdapat seorang tokoh tari bernama Guru Sauti (almarhum) yang merupakan guru tari tradisional yang disegani. Karya-karya Guru Sauti hingga kini terus dikenang dan dikembangkan, salah satunya oleh putri Kasultanan Serdan, Tengku Mira Sinar. Guna mengenang jasa Guru Sauti, Tengku Mira Sinar menuliskan buku berjudul Teknik Pembelajaran Dasar Tari Melayu Tradisional karya Guru Sauti (2009). Menurut cerita yang ada, tari Lenggang Patah Sembilan berasa...
Aksi Nyata - Budaya Positif Latar Belakang Berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara, tujuan pendidikan adalah menuntun segala kodrat, yang ada pada anak, agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak). Dilandasi oleh budaya positif yang sesuai dengan pengertiannya yaitu kebiasaan baik yang harus dilakukan secara terus-menerus agar menjadi karakter. Penerapan budaya positif dapat diwujudkan dengan membuat kesepakatan kelas, untuk menumbuhkan disiplin positif melalui pembiasaan karakter, murid dapat bertanggung jawab atas pilihan mereka, tindakan guru yang tepat yaitu dengan bertanya dan membuat kesepakatan agar mendorong motivasi intrinsik. Oleh karena itu, sebagai calon guru penggerak dilakukan aksi n...
MANUSIA YANG DIRINDUKAN RASULULLAH Pada suatu ketika, Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat, “Siapakah yang paling luar biasa imannya? Para sahabat menjawab, “Malaikat, ya Rasulallah.” Balas Rasulullah, “Sudah tentulah malaikat luar biasa imannya, karena mereka senantiasa di sisi Allah.” Seketika terdiam para sahabat, dan menjawab lagi, “Para nabi, ya Rasulallah.” Rasulullah saw berkata, “Para nabi sudah tentu hebat imannya, karena mereka menerima wahyu dari Allah.” Para sahabat mencoba lagi, “Kalau begitu, kamilah yang paling beriman.” Jawab Rasulullah, “Aku berada di tengah-tengah kalian, sudah tentulah kalian orang yang paling beriman.” Lalu, salah seorang dari sahabat berkata, “Kalau begitu, Allah dan Rasul-Nya sajalah yang mengetahui.” Maka dengan perlahan, Rasulullah berkata, “Mereka adalah umat yang hidup sesudahku. Mereka membaca Al-Quran dan beriman dengan isinya. Orang yang beriman denganku dan pernah bertemu denganku, adalah orang yang bahagia. Namun orang yang tujuh k...
Komentar
Posting Komentar